Terangmu Sejukkan Sejuta Pandang
Sorot cahaya bulat tak sempurnamu
Seakan menggoda memerangkap kumbang yang tatap mu berani
Engkau membusung sendirian telanjang
Ada apa gerangan pengawal dan penghiasmu
Kenapa tak kau ajak serta mereka
Engkau tampak kurang wibawa tanpa mereka hadir
Takutkah mereka dengan bentuk bulat hampir sempurnamu
Ataukah engkau beri rehat seseaat buat mereka
Bila iya, baik juga kiranya engkau
Tapi ku akui terangnya lampu taman ini
Tak mampu menyamai mu
Meski terang mu tak seterang sinarnya
Tak bisa kupungkiri engkau telah mewujud dalam subbabku malam ini
Zyv, Taman Tangkuban Perahu/8/5 9:00pm
Kumpulan Makalah Metodologi Pengajaran Bahasa
Selamat datang.
Bagi teman-teman yang belum mendapatkan soft-copy makalah Metodologi Pengajaran Bahasa dan Sastra silahkan didownload dengan meng-click langsung link berikut ini: Kumpulan Makalah.
Makalah kelompok 7 Faktor Sosiokulural belum ada. Untuk memperolehnya silahkan langsung menghubungi kelompok presentasi.
Sukses
2 Mei
Hari Pendidikan Nasional
Hari ini adalah hari yang penuh harapan bagi bangsa Indonesia untuk bangkit membangun negeri dari keterpurukan. Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional, perbaikan kualitas pendidikan bangsa Indonesia harus semakin dipacu dan diberi perhatian yang penuh oelh seluruh elemen bangsa; mulai dari pemerintah, penggiat pendidikan, masyarakat, dsb.
Perhatian pemerintah dari peralihan pemerintah satu ke pemerintah yang lain menunjukkan tanda-tanda positif ke arah perbaikan pendidikan, misalnya, peningkatan anggaran pendidikan sampai 20%, akses pendidikan yang semakin terbuka bagi semua lapisan masyarakat, beasiswa, dll. Perhatian ini tentunya akan lebih bermakna bila semua pihak mencurahkan perhatian sepenuhnya untuk keefektifan kebijakan positif ini. Betapa tidak, bangsa kita (harus selalu optimis) sedang dilanda penyakit kronis yang sulit “dibasmi” pada saat sekarang – korupsi.
Tindakan tidak bertanggung jawab ini, oleh sekian banyak pihak, dimanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi atau gologannya. Di sinilah peran semua pihak yang punya rasa cinta untuk meujudkan cita-cita Negara Indonesia. Pengawasan pemerintah, peran serta masyarakat dan pemerhati pendidikan sangat dibutuhkan untuk mengawal pengimplementasian kebijakan ini hingga ke tingkat masyarakat kecil. Jangan sampai, anggaran 20% tadi “disunat” mulai dari pusat hingga ke pihak yang berhak menerima.
Sekaranglah momen kebangkitan pendidikan bangsa. Banyaknya jumlah peserta didik mesti dijadikan modal dasar untuk membangun segala potensi yang mereka miliki. Setiap anak memiliki potensi dominan. Sehingga, pembangkitan potensi melalui pendidikan baik formal maupun nonformal akan menghasilkan manusia-manusia yang berdaya saing dalam bidang keahlian masing-masing.
Siapa yang bisa mengerami telur-telur genarasi penuh potensi tadi? Jawabannya tentulah bukan Si A, Si B, dst. Akan tetapi, semua pihaklah yang menjadi jawabannya.
Selamat Hari Pendidikan Nasional. Education for All for a better future.